Beranda > Kesehatan > Cara Kerja Terjadi Ereksi Pada Pria

Cara Kerja Terjadi Ereksi Pada Pria

Ereksi adalah syarat utama agar seorang pria dapat menikmati seks. Bagi sebagian pria, kemampuan ereksi ini merupakan masalah. Bahkan, bagi semua pria, masalah ini suatu saat akan dialami. Malah dipastikan gangguan ereksi akan menjadi masalah abadi apabila pria tidak menjaga kesehatan seksualnya. Namun, bagaimana sebenarnya proses terjadinya ereksi? Barangkali dengan mengetahui cara kerja ereksi penis, pria dapat terbantu mempertahankan kemampuan seksualnya.

Ereksi hanya dapat terjadi apabila pasokan darah cukup memadai ke penis. Makin banyak aliran darah masuk penis, akan makin kuat ereksinya. Karena itu, gagalnya ereksi terjadi karena penis tidak terisi darah secara memadai. Penis sendiri mempunyai dua ruang yang disebut corpora cavernosa. Kedua ruang ini memanjang mulai dari pangkal penis hingga ke ujungnya. Ruang ini penuh dengan jaringan berongga, yang berisi otot-otot halus, jaringan berserat, ruang kosong, vena dan arteri.

Corpora cavernosa dikelilingi oleh selaput, yang disebut tunica albuginae. Dan saluran kemih terdapat di bagian bawah corpora cavernosa ini. Saluran kemih inilah yang menjadi tempat keluarnya air kemih dan air mani.

Ereksi sendiri akan dipicu apabila pria menerima rangsangan fisik dan mental. Impuls dari otak dan saraf di sekitar penis mengakibatkan otot corpora cavernosa mengembang. Darah pun dimungkinkan mengalirinya dan memenuhi rongga-rongga terbuka tersebut.

Darah ini kemudian menghasilkan tekanan dalam corpora cavernosa. Nah, tekanan inilah yang menyebabkan penis membesar. Dengan membantu darah tersimpan baik dalam corpora cavernosa, maka tunica albuginea akan mempertahankan ereksi tersebut.

Ereksi sendiri akan hilang apabila otot-otot penis mengalami kontraksi. Akibatnya, aliran masuk darah akan terhenti. Saluran-saluran yang memungkinkan darah keluar pun akan terbuka lebar. Jadi, apabila orang mengalami disfungsi ereksi, itu terjadi karena pasokan darah ke penisnya tidak memadai. Umumnya ada tiga jenis tingkat disfungsi ini. Yang pertama ialah ketidakmampuan total untuk mengalami ereksi. Disfungsi lainnya ialah tidak mampunya pria mengalami ereksi sewaktu-waktu. Disfungsi lainnya ialah terjadinya ereksi hanya dalam waktu singkat (tidak sanggup mempertahankannya).

  1. yusniar
    Desember 17, 2009 pukul 15:29 | #1

    wadow pembahasannya ngeri kali ah…ga ngerti masih dibawah umur ne.hahhaahah

    • dodolkeren
      Desember 17, 2009 pukul 15:47 | #2

      heeeeeeeee
      ya haruz ngerti lahhhhh…….
      ne bukannya ngajarin yang ga-ga tapi kita kudu haruz tau…..

  2. Mei 7, 2011 pukul 11:51 | #3
  3. nurin
    Mei 24, 2011 pukul 14:57 | #4

    ea,,,, jd ngerti,,, bwt tmbahan plajarn ipa tntang reproduksi,, hehehehe

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.